
Nuangan, timurexpress.co, – Kapasitas sebagai kader Partai Nosional Demokrat (Nasdem), Bupati Bolaang Monggondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto (SSM) menghadiri undangan Festival Nusantara Kopi Tanah Air yang di gelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di wisata Tanjung Cemara, Pantai Batu Buaya Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, Boltim, Jumat (27/5/22), sore tadi.
Terpantau, Bupati SSM bersama Kepala Dinas Pariwisata Boltim Eko Marsidi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Medy Lensun, BMI PDI-P Sadikin Mamonto dan Owner Wisata Pantai Batu Buaya Robby Wowor tengah menikmati kopi lokal jenis Robusta dari Modayag dan Kopi Jahe dari Nuangan.

Informasi yang di rangkum wartawan ini, Festival Nusantara Kopi Tanah Air PDI-P digelar secara nasional dan serentak (waktu yang sama) di seluruh kabupaten/kota se Indonesia yang dipimpin langsung Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Megawati Soekarno Putri secara zoom. Festival ini juga sekaligus pemecah rekor minum kopi terbanyak di dunia.
Menghadiri undangan dari kader PDI-P, Bupati Boltim mengatakan, festival tersebut berdampak positif bagi masyarakat Nuangan.

“Festival kopi ini bagian daripada mempromosikan wisata di Boltim. Wisata Pantai Batu Buaya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khusus yang ada di sini (Nuangan, red). Dan menurut saya, pemerintah harus mensupport,” tutur bupati.
Bupati juga mengomentari keindahan pantai yang dihiasi pasir putih itu.
“Pantai Batu Buaya ini potensinya sangat bagus ditambah fasilitas yang terus dimaksimalkan. Namun beberapa akses (jalan) masih menjadi kendala ketika turun hujan. Mensupport ini, mungkin kita bisa bicarakan dengan pemerintah provinsi untuk didorong, atau kabupaten kalau mempunyai kemampuan keuangan lebih bisa mendukung secara bertahap karena jalan menuju pantai ini sekira ada 6 kilo-an meter dari Desa Iyok,’’ ujarnya.

Tambah bupati, ada beberapa objek wisata pantai yang belum terjamah dan memiliki daya tarik tersendiri.
“Yang pertama Pantai Timur di Desa Jiko Belanga. Itu sangat cantik dan masih virgin atau belum tersentuh sama sekali. Kedua ada Pulau Laga. Namun pulau yang satu ini milik pribadi. Kalau ada investor yang tertarik dan ingin mengembangkan objek itu, tinggal berkomunikasi dengan pemilik lahan. Jika deal, ijin-ijin kita permudah. Pemerintah Kabupaten Boltim sangat membuka ruang investasi bagi para investor,’’ sebutnya. (Chimo/Vina)







