Boltim, timurexpress.co, – Sungguh bejat yang di lakukan JS (40) kepada putri kandungnya LB (14).
Lelaki asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini, di duga sering melakukan tindakan tak senonoh kepada putri kandungnya sendiri.
Hal ini mulai terkuak saat LB di tanya secara jujur oleh ibu kandungnya NB.
NB mulai mencurigai gelagat putrinya saat selalu menolak di jemput suaminya JS. Di tambah, JS ketika menjemput LB selalu menjelang malam hari.
Informasi yang di rangkum wartawan ini, JS telah di amankan di Polres Boltim menindaklanuti laporan NB.
Menurut keterangan NB, sudah lama dirinya curiga pada JS, karena tiap kali pelaku (JS) disuruh menjemput putri kandungnya (LB) di sekolah, sang anak tidak mau, korban lebih memilih kakaknya untuk menjemputnya.
“So bajalang bulan kita ada curiga dari mo pi ambe itu anak hari Jumat sore kita telfon kong mo tanya ade mo pulang, iyo kita mo pulang tapi kita nimau papa mo ambe lebih bae kakak yang mo ambe pa kita, kita nimau kalu papa, (Sudah berbulan bulan saya mencurigai ini. Saat saya menelepon anak saya setiap hari Jumat guna menanyakan ingin pulang, namun sang anak ingin pulang kalau yang menjemput adalah kakaknya, bukan ayahnya. Sang anak tidak mau dijemput ayahnya),” jelas NB, Selasa (28/2/23).
NB mengungkapkan kecurigaannya terhadap JS itu terlihat jelas pada hari Minggu sebab JS tidak mau mangantar putrinya pada siang hari dengan berbagai alasan yang tak jelas.
“Kalau somo pulang hari Minggu itu ade pemau orang laeng yang mo antar, dia nimau depe papa. Kita jaga curiga akang capa depe papa mo suruh antar masih siang depe papa nimau depe papa pe suka itu mo pi antar so ba galap dekat-dekat magrib. (Kalau sudah mau pulang (balik) hari Minggu, anak saya LB maunya diantar orang lain dan tak ingin ayahnya yang mengantar. Kecurigaan saya sering muncul lantaran suami saya JS maunya putri saya LB diantar menjelang salat Maghrib saja, padahal saya meminta untuk mengantar saat siang hari),” terang NB.
Memastikan kecurigaannya, pada hari Sabtu, 25 Februari 2023, NB menghubungi putrinya LB lewat telfon genggamnya dan bertanya kenapa tidak mau kalau di antar sama ayahnya ke sekolah. LB selaku korban pun menjawab dengan jujur bahwa terduga pelaku JS selalu melakukan hal-hal yang tidak baik pada dirinya.
“Jadi waktu itu pas hari Sabtu tanggal 25 Februari kita pe perasaan so yanda sadap capa itu anak tako bagitu pa depe papa. Rupa-rupa alasan kalau mo suruh antar akang jadi kita telfon kong tanya ade ada dimana?. Kita bilang pa dia, ade boleh ba jau ada mama mo tanya kyapa ade tiap mama mo suruh ambe pa papa ade nimau, (Pada Sabtu, 25 Februari lalu, perasaan saya sudah sangat tidak enak, kenapa putri saya merasa takut kepada ayahnya. Saya katakan kepada anak saya kalau bisa menjauh dari teman-temannya karena ada hal yang mau saya tanyakan),” ujar NB.
Mendengar penjelasan putrinya LB, ia pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Boltim.
Setelah diminta keterangan oleh pihak yang berwajib dengan melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), korban menceritakan bahwa dirinya kalau diantar sama pelaku JS ke sekolah selalu dicabuli oleh JS sejak dari kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP.
“Dia yanda bilang kalau depe papa so dapat pake, dia nanti ada jujur itu depe papa jaga kase masuk akang jari pa depe kemaluan waktu torang so datang melapor pa itu dua komdan baru dia bilang dia depe papa so pernah kase masuk akan depe papa pe kemaluan dan kejadian dari kelas satu SMP sampai kelas tiga SMP. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polres Boltim, (Waktu saya tanyakan sendiri, putri saya tidak mengatakan secara rinci. Namun ketika di hadapan polisi baru putri saya mengakui bahwa suami saya telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya sejak kelas 1 SMP hingga sekarang kelas 3 SMP,” ungkap NB. (Chimo/JB)








