Bupati Ungkap Sejarah Etnis Jawa di Kabupaten Boltim

0
98
Bupati Boltim saat pidato pada acara Java Culture Fest

Boltim, timurexpress.co, – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si, berbagi sejarah singkat tentang asal mula Suku Jawa mendiami tanah Totabuan paling Timur ini.

Hal itu di sampaikan bupati dalam pidatonya pada acara Java Culture Fest atau Festival Budaya Jawa, di Lapangan Arjuna Purworejo, Kecamatan Modayag, Boltim, sore tadi, Minggu (19/6/22).

“Tempo dulu, pada tahun 1909-1928, Kabupaten Boltim ini belum mekar dan masih menjadi bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Dan kala itu, Belanda membawa orang-orang Jawa datang ke sini (Boltim, red). Itu awal mula Etnis Jawa menginjakkan kaki di tanah Mongondow,” ucap bupati mengawali sejarah Desa Purworejo dan Liberia.

Lanjut bupati, Etnis Jawa waktu itu mematuhi perintah orang-orang Belanda.

“Suku Jawa diperintahkan untuk menanam kopi di daerah Purworejo dan Liberia saat ini, serta sebagiannya lagi disuruh menambang di beberapa titik wilayah diantaranya Mintu, Tobongon, dan Lanut,” sebutnya.

Ia melanjutkan lagi, ketika sudah menanam kopi dan melakukan penambangan, Suku Jawa meminta balik ke kampung halamannya.

“Namun di masa itu, Belanda sudah mulai bangkrut dan tidak mampu lagi membiayai orang-orang Jawa yang ingin pulang kampung. Hingga akhirnya diberilah kompensasi oleh Belanda, mana kopi-kopi yang sudah ditanam dibagikan ke orang-orang Jawa yang menanamnya. Dan setelahnya, tokoh-tokoh masyarakat Jawa waktu itu mulai membentuk desa sendiri,” alur bupati.

Bupati menceritakan asal nama Desa Purworejo dan Liberia.

“Nama Desa Purworejo diambil dari nama desa di Jawa Tengah. Sedangkan Desa Liberia berasal dari nama salah satu negara di Benua Afrika. Namanya diambil dari nama kopi Liberika. Ketika masuk ke Indonesia, Belanda membawa kopi Liberika, Robusta dan Arabika. Maka dinamailah desa itu menjadi Desa Liberia. Itu yang kami pelajari sejarahnya,” tuntasnya. (Chimo/Vina)

Baca Juga:  PT Pos Kotamobagu dan Dinsos Boltim Salur BST di Dampingi Pemdes Tombolikat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here