Boltim, timurexpress.co – Terkait pemberitaan salah satu media di Sulawesi Utara (Sulut) yakni ManadoPost berjudul “Ketua KPK: Proses Penyelidikan serta Pemberantasan Korupsi untuk Bupati Bolmut dan Boltim Tetap Terus Berjalan” dinilai terlalu tendensius dan tak berimbang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menilai, pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan agenda kunjungan Ketua KPK RI Komjen Pol. (Purn) Drs. Firli Bahuri, M.Si.
Di ketahui, agenda kunjungan Ketua KPK RI pada Kamis (27/07/23) kemarin lebih banyak membahas tentang wawasan kebangsaan dan pencegahan korupsi. Bahkan tidak sedikitpun menyinggung soal LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara.
Hal itu bertolak belakang dengan pemberitaan dari media ManadoPost yang seakan-akan kunjungan tersebut menyoal tentang LHKPN Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Boltim, Moh. Rezhah Mamonto, S.Kom, menyayangkan dampak negatif dari pemberitaan itu terhadap Bupati Boltim.
Padahal, kata Rezhah, LHKPN Bupati Boltim telah terklarifikasi beberapa waktu yang lalu.
Bahkan, KPK RI yang sempat keliru menyebutkan nama kabupaten yakni Kabupaten Bolmut namun disebut Kabupaten Boltim, sudah meminta maaf kepada Bupati Boltim atas kekeliruan tersebut.
“Kunjungan Ketua KPK dan rombongan ke Provinsi Sulawesi Utara adalah bagian dari agenda kerja tahunan dan merupakan program rutin KPK untuk berdialog langsung dengan semua kepala daerah di Sulut,” ujar Rezhah, Jumat (28/07/23).
“Kegiatan ini meliputi RDP (Rapat Dengar Pendapat) tentang Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi terkait Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara di Instansi Pemerintahan dan Wilayah Pemerintah Daerah, termasuk Pemprov Sulut. Perlu dicatat bahwa tahun sebelumnya, acara rutin serupa, RDP, juga telah dilaksanakan di Ruang Mapalus kantor Gubernur Provinsi Sulut,” tambah Rezhah.
Menurut Rezhah, pemberitaan tersebut cenderung dipaksakan untuk dijadikan sebuah karya jurnalistik.
“Berita yang dimuat bertepatan saat kunjungan Ketua KPK begitu dipaksakan oleh ManadoPost dengan tujuan pembunuhan karakter untuk Bupati Boltim. Berita yang dimuat begitu pendek sementara tanggapan Ketua KPK begitu normatif. ManadoPost saja yang terus mengaitkan urusan LHKPN yang telah terklarifikasi. Pemberitaan ini sangat tendensius,” tegas mantan Kepala Badan Kepegawaian Boltim itu.
Menurutnya, pihak media seharusnya berfokus pada fakta dan menyajikan informasi secara berimbang mengenai tujuan dilaksanakannya acara RDP Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah, sesuai dengan kegiatan yang berlangsung pada hari itu.
“Janganlah pemberitaan tersebut hanya mengandung opini dan tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik, semata-mata karena motif tertentu atau karena kurangnya kerjasama dengan pihak media tersebut, sehingga menimbulkan opini yang jauh dari kebenaran,” tutur Rezhah.
“Tidaklah pantas bagi media seperti ManadoPost menyajikan berita tanpa memperhatikan keseimbangan isi beritanya. Hal ini telah menimbulkan ketidakadilan terhadap Bupati Boltim. Kita berharap media dapat menghindari menciptakan opini semata karena kurangnya kerjasama dengan Pemda Boltim,” sindir Rezhah.
Rezhah juga menyoroti penjudulan berita yang tidak relevan dengan apa yang sebenarnya disampaikan oleh Ketua KPK. Namun menurutnya, meskipun begitu, masyarakat sudah cerdas dalam menilai mana media yang menyajikan berita secara berimbang dan mana yang cenderung menggiring opini yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik.
“Pemda Boltim berharap agar ManadoPost lebih objektif dalam menyusun dan menyajikan berita, sehingga menghindari pandangan yang tidak objektif demi menjaga integritas informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya lagi, Pemda Boltim mengakui pentingnya peran media sebagai penyampai informasi, namun juga mengingatkan agar hal tersebut dilakukan dengan tanggung jawab dan integritas yang tinggi.
“Jadi beritanya sangat tendensius dan terus mengait-ngaitkan Boltim, padahal sudah sangat jelas klarifikasi KPK bahwa yang dinaikan statusnya bukan Boltim. Tujuan media ini bukan lagi untuk pencerahan tapi untuk pembunuhan karakter Bupati Boltim,” kata Rezhah.
“Tendensi ManadoPost kepada Boltim, jangan sampai karena pimpinan media kalah dalam Pilkada kemarin, yakni SB, dan ini menjadi dendam ManadoPost kepada Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto. Di duga kuat SB juga ikut memerintahkan media ini untuk menyudutkan Bupati Boltim,” pungkas Rezhah.
Berikut link pemberitaan media ManadoPost yang dinilai tendensius dan tak berimbang: https://manadopost.jawapos.com/berita-utama/281807122/ketua-kpk-proses-penyelidikan-serta-pemberantasan-korupsi-untuk-bupati-bolmut-dan-boltim-tetap-terus-berjalan
(*Chimo)








