
Tutuyan, timurexpress.co – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2025 – 2030, Dr. Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si, dan Drs. Rusmin Mokoagow (ARus) gelar kampanye dialogis perdana di Desa Togid, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Selasa (01/10/24) sore tadi.
Pantauan timurexpress.co, massa pendukung paslon ARus kembali membludak dan “Menggoyang” Lapangan Desa Togid. Padahal, Ketua Tim Kerja Kabupaten (TKK) ARus, Fiko Onga, telah mengimbau agar tidak perlu ada pengerahan massa, mengingat kegiatan tersebut bukanlah kampanye akbar.
Meskipun massa sore tadi tak sebanyak yang hadir pada konsolidasi TKT di lapangan hijau Motongkad beberapa waktu lalu, namun kata Fiko, itu diluar ekspektasinya.
“Kami hanya mengharapkan kehadiran simpatisan pendukung sekitar 300an orang sesuai yang ditetapkan penyelenggara. Namun kami TKK memohon maaf kepada pihak Bawaslu dan APH karena ini diluar pengetahuan kami. Ada sekitar 2.500 orang yang datang. Mungkin masyarakat mau mendengar visi misi calon kami secara langsung,” tutur Fiko.
Pada kesempatan itu juga, Calon Bupati Boltim Petahana, Sam Sachrul Mamonto (SSM), mengajak siapapun yang hadir pada kampanye dialogis tersebut untuk mengutarakan pertanyaan apa saja terkait pemerintahannya selama kurang lebih 3 tahun.

“Silakan siapapun yang mau bertanya. Ini adalah momen kita bersama. Silakan ajukan pertanyaan apa saja terkait semasa saya menjabat sebagai bupati. Pada intinya, saya bisa menjawab sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan dunia dan akherat,” ujar SSM.
Saat itu juga ada beberapa orang yang mengajukan sejumlah pertanyaan, di antaranya terkait asrama mahasiswa, BPJS, gaji honorer, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan lain – lain.
SSM dengan jelasnya menjawab satu persatu pertanyaan yang mungkin masih menjadi momok sugesti dalam pikiran masyarakat, dikala menerima berita – berita palsu yang sering disodorkan pihak – pihak tak bertanggungjawab.

Cawabup Boltim, Rusmin Mokoagow (RM) juga turut menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan.
Sesuai bidangnya semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil), Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, RM dengan profesional menyampaikan fakta – fakta di lapangan.
“Soal BPJS. Saya pernah di Disdukcapil, data diri yang tak sinkron akan berpengaruh atas keaktifan sebagai peserta BPJS. Soal asrama mahasiswa, Pak SSM setiap tahun selalu mengutamakan pembayarannya. Ada 5 asrama yang selalu dibayar. Dua di Gorontalo, dan sisa tiga terbagi di Manado, Tondano dan Yogyakarta,” jelas mantan Sekda Boltim itu.
”Soal IPM dan Sumber Daya Manusia atau SDM, sebanyak 1.800 lebih masyarakat Boltim tengah mengikuti pembelajaran di SPNF SKB Tutuyan untuk mendapatkan ijazah Paket A, B, dan C. Selain itu, ada ribuan tenaga honorer yang saat ini sudah menjadi P3K. Itu berkat perjuangan Pak SSM meminta jatah kuota lebih dari kementerian,” terangnya menambahkan.
Dengan terjawabnya semua pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat itu, ARus dukungan terlihat semakin kuat. Lapangan Ibantong Desa Togid menjadi saksi kepuasan masyarakat atas jawaban fakta yang masuk akal.
Sebelumnya, Bendahara TKK ARus, Amalia R. S. Landjar, S.K.M, menyampaikan beberapa wejangan kepada masyarakat Boltim.
“Untuk membangun daerah, tidak cukup dengan 5 tahun, apalagi 3 tahun seperti Pak SSM. Agar mendekati sempurna, minimal kepala daerah yang ada itu harus melanjutkan dua periode, supaya program – program yang belum terpenuhi bisa terlaksana dengan baik secara keseluruhan,” pinta Ama, sapaan akrabnya.
Fiko Onga juga berujar dalam orasi politiknya. Pada orasinya, Fiko mengakui mengetahui sepak terjang Pak SSM dan wakilnya.
“Saya sangat paham setiap detail kejadian semasa Pilkada 2020 untuk memenangkan pasangan SSM – OPPO. Sehingga saya berpesan kepada pihak sebelah, janganlah terlalu berlebihan. Kita di sini tidak ingin membalas fitnah dengan fitnahan. Karena seharusnya kita menyampaikan kebenaran kepada masyarakat,” tandasnya. (Chimo)







