Beranda Daerah Boltim RG Sebut Argo Sumaiku ‘Asbun’ Soal Tapal Batas

RG Sebut Argo Sumaiku ‘Asbun’ Soal Tapal Batas

202
Tapal batas Boltim - Mitra (foto: flickr)

Boltim, timurexpress.co – Bakal Calon Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2025 – 2030, Argo V. Sumaiku dinilai sembarang mengeluarkan statement terkait tapal batas Kabupaten Boltim dan Minahasa Tenggara (Mitra).

Terkait apa yang disampaikan Argo Sumaiku itu, dibantah oleh salah satu masyarakat Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Boltim, Rahmat Gilalom (RG).

Menurut Gilalom, pernyataan Argo mengenai tapal batas Boltim – Mitra hanyalah bualan semata alias asal bunyi (asbun).

Menurutnya, Argo tidak tau apa – apa dan hanya mencari sensasi politik untuk menjatuhkan pihak lain.

“Argo itu asbun. Tapal batas Boltim – Mitra jangan dijadikan dagangan politik kalau tidak punya data akurat. Apalagi Argo sudah tiga periode duduk di bangku DPRD Boltim namun tidak tau mengenai hal ini,” ungkap RG yang juga Tim Kerja Kabupaten (TKK) pasangan Sachrul – Rusmin (ARus), Selasa (10/09/24).

Dirinya menjelaskan, persoalan tapal batas itu sudah menjadi perhatian serius sejak pertemuan sang adipati Buyat bersatu bersama tokoh masyarakat setempat dengan Pemda Boltim.

“Pada Senin 20 September 2021 lalu, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto bersama jajarannya menerima aduan tapal batas Boltim – Mitra yang diadukan oleh para Sangadi (kepala desa) Buyat bersatu bersama tokoh masyarakat setempat. Malam itu atas petunjuk Pak Bupati, keluhan ini akan Pemda tindak lanjuti. Dan pada tanggal 24 September tahun 2021, perwakilan Pemda bersama beberapa anggota DPRD Boltim dan Sangadi – sangadi Buyat bersatu mendatangi Pemprov Sulut terkait masalah ini dan saya ikut juga bersama rombongan. Anehnya, Pak Argo tidak ada. Kalaupun ada pasti persoalan tapal batas Boltim – Mitra tidak akan menjadi bualan politiknya saat berkunjung ke Buyat malam tadi,” terang RG.

Baca Juga:  Sehan Sebut Penderita Covid-19 bisa Jalani Pengobatan Dirumah

RG menduga, Argo Sumaiku sudah tidak punya bahan lagi untuk menarik simpatisan masyarakat Buyat.

“Bicara tapal batas Boltim – Mitra pakai data. Kalau tidak punya bahan lagi lebih baik jangan jadikan persoalan ini bual – bualan politik. Kalau mau datanya, sini saya kasih lihat lengkap sejak dari zaman Belanda, peta pemekaran Boltim, hingga penandatanganan tapal batas berdasarkan Permendagri Nomor 69 tahun 2016,” tandasnya. (Chimo)