Beranda Daerah Boltim Sehan Landjar Soroti Program MBG Tak Tepat Sasaran

Sehan Landjar Soroti Program MBG Tak Tepat Sasaran

88
Tenaga Ahli DPP Fraksi PAN, Sehan S. Landjar, S.H (foto: redaksi)

Boltim, timurexpress.co – Tenaga Ahli Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sehan Salim Landjar, S.H, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) kurang tepat sasaran.

Saat bersua dengan timurexpress.co, di kediamannya, di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jumat (12/12/25), Sehan Landjar mengutarakan kritikannya terhadap program MBG.

Menurutnya, program yang memakan anggaran triliunan rupiah itu hanya menguntungkan segelintir orang saja. Padahal negara sedang dalam efisiensi anggaran.

“Salah satu tujuan dari MBG adalah mencegah terjadinya stunting pada anak. Nah ini yang keliru. Kita harus paham bagaimana awal mula terjadi stunting pada anak,” ujar Sehan Landjar.

Mantan Bupati Boltim dua periode itu mengatakan, pencegahan stunting pada anak dimulai saat dalam kandungan ibunya.

“Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak dalam kandungan ibu hamil hingga anak berusia 2 tahun atau periode 1000 HPK atau Hari Pertama Kehidupan. Nah keliru kalau dikasih ke anak usia di atas 5 atau 6 tahun,” tutur Eyang, sapaan akrabnya.

Pandangan politisi senior itu, baiknya program MBG langsung menyentuh keluarga yang membutuhkan.

“Kasihkan saja uangnya ke orang tua dari anak – anak itu. Nanti mereka yang menyiapkan makanan sehat untuk anak anaknnya, dengan catatan setiap hari di sekolah ada guru yang wajib mengawasi apakah benar uangnya digunakan secara tepat untuk menyiapkan makanan bergizi atau tidak,” jelas Eyang.

Sang Motivator itu menambahkan, program MBG memakan anggaran yang sangat fantastis.

“Untuk MBG tahun 2025 itu sebesar 71 triliun rupiah. Sedangkan untuk tahun 2026 usulannya berkali kali lipat, yakni mencapai 335 triliun rupiah,” ungkapnya.

Eyang mendukung Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, atas gagasan barunya terkait MBG yang menilai program tersebut bisa terus berjalan namun dengan anggaran yang sesuai. (Chimo)

Baca Juga:  AMA-UKP: 2,5-5% APBD Boltim untuk Bidang Keagamaan