
KOTAMOBAGU, timurexpress.co – Walikota Kotamobagu Weny Gaib, turun langsung tinjau lokasi longsor, Jalan Trans Sulawesi AKD, tepatnya di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Minggu 9 Maret 2025, malam.
Walikota Kotamobagu Weny Gaib ikut didampingi Asisten lll Mohamad Agung Adati, Kadis PUPR Claudy Mokodongan, Kepala BPBD Asryanti, dan Anggota DPRD Kotamobagu Dani Ikbal Mokoginta.
Tiba dilokasi, Walikota langsung perintahkan dinas terkait untuk segerah menurunkan alat berat membersihkan material longsor yang hampir menutup badan jalan tersebut.
Walikota juga memastikan dalam suasana Ramadan menjelang Lebaran, akses jalan masyarakat tidak terganggu. Apa lagi, jalan tersebut merupakan akses utama Trans Sulawesi penghubung sejumlah daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Walikota Weny Gaib juga imbau, para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melewati lokasi longsor tersebut.
“Pengguna kendaraan, baik itu roda dua, empat dan sebagainya, dari Kotamobagu – Manado – Bolmong dan sebaliknya, untuk dapat berhati-hati melintasi jalan yang ada disepanjang lokasi longsor, apa lagi saat ini tebing masih begitu labil, longsor susulan bisa terjadi kapan saja,” katanya.
Diketahui, bencana longsor tersebut terjadi pada Sabtu 8 Maret 2025, malam hari.
Kejadian itu dikarenakan akibat intensitas curah hujan tinggi yang turun dalam waktu lama, dan mengakibatkan longsor di ruas jalan penghubung antar Kotamobagu – Manado – Bolmong sempat putus akibat tertimbun longsor.
Beruntung, saat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
Mengetahui hal tersebut, aksi cepat BPBD Kotamobagu dan anggota Polisi, pun turun langsung bantu penanganan tanah longsor tersebut.
Kedua instansi langsung bergotong royong bersama menyingkirkan material longsor yang sempat menutup badan jalan.
Meski tidak menutup seluruh badan jalan, namun tebing setinggi kurang lebih 20 meter itu, menyebabkan arus lalu lintas menjadi terganggu dan harus buka tutup sementara.
Kepala BPBD Kotamobagu mengungkapkan, bahwa malam ini pihaknya telah memasang lampu penerangan dan menempatkan sejumlah personil agar bisa mengetahui jika ada pergerakan tanah dari atas tebing, apa lagi longsor bisa terjadi sewaktu-waktu.
Hingga saat ini pun proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung. ***







