Beranda Daerah Bolaang Mongondow Raya Bupati Boltim Segera Terima Gelar, Ketua Lembaga Adat Boltim: no Tariangkum

Bupati Boltim Segera Terima Gelar, Ketua Lembaga Adat Boltim: no Tariangkum

46

Kotamobagu, timurexpress.co, – Empat eks Swapraja yang ada di Totabuan, yakni Mongondow, Bolango, Kaidipang dan Bintauna menggelar rembuk melalui Dewan Adat, Longki Mokoginta, S.E. Gobel, J. Buhang, S.Pd., M.Si, Sadli Datunsolang, pada masing-masing eks Swapraja di rumah adat Komaling, Kopandakan, Rabu (1/2/23), kemarin.

Rembuk tokoh adat ini dilaksankan dalam rangka untuk memberikan gelar adat kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si.

Diskusi panjang dilangsungkan dengan beragam argumentasi yang kuat dan lugas serta komprehensif demi mempertimbangkan nama gelar apa yang cocok untuk disematkan kepada Bupati Boltim.

“Gelar ini bukan hanya pegelaran biasa, tapi ini melainkan sesuatu yang benar-benar harus menempel pada sosok pemimpin. Ketika kita memberikan gelar maka pemimpin harus benar-benar sesuai dengan gelar yang kita berikan atau melakukan sesuai dengan gelar yang diberikan,” ungkap Dewan Adat Bolaang Uki.

Dari diskusi panjang yang alot akhirnya terbentuklah konsensus dari seluruh Dewan Adat se-Bolaang Mongondow Raya untuk gelar adat yang akan diberikan kepada Bupati Boltim pada Jumat, 10 Februari pekan depan.

“Saya rasa gelar ini cocok kepada Bupati Boltim karena beliau adalah sosok yang serba bisa disemua hal, apalagi dalam rekam jejak kepemimpinan yang telah berhasil beliau pimpin diantaranya pernah menjabat Ketua KPU se-Bolmong (Termasuk Boltim dan Bolsel), setelahnya pernah menjadi Ketua DPRD Boltim, kemudian menjadi Bupati Boltim,” ujar Dewan Adat Mongondow.

Selain prestasi dalam pemerintahan dan kepemimpinan serta karir pada beberapa lembaga dan institusi yang digeluti, pemberian gelar adat ini juga adalah bentuk penghargaan atas apa yang telah dilakukan oleh Bupati Boltim yang telah mengangkat kembali adat dan budaya Mongondow melalui kesuksesan pegelaran Festival Kabela beberapa waktu lalu. Termasuk juga menggelar dan mempersatukan adat dan budaya etnis-etnis yang ada di Boltim melalui festival etnis Jawa, Minahasa dan Sangihe yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Distanak Boltim Bahas Pupuk Subsidi dengan Petani dan Pengecer

Di sisi lain, Burhan Paputungan selaku Ketua Lembaga Adat Daerah Kabupaten Boltim menilai, Bupati Boltim sangat cocok menyandang gelar sebagai Tule Molantud no Tariangkum.

“Bupati kita ini adalah sosok yang serba bisa sehingga saya secara pribadi menyebut Bupati Boltim cocok mendapat gelar Tule Molantud no Tariangkum,” tuturnya.

“Tariangkum dalam artian bisa semua. Jika diibaratkan seperti air, bisa dipakai untuk minum, mencuci, memasak, menyiram tumbuhan, memelihara ikan atau menjaga stabilitas kehidupan alam dan lain sebagainya,” tambah Paputungan.

Hadir dalam rembuk tokoh adat tersebut diantaranya Asisten I Rahman Hulalata, S.Pd., M.M, Asisten III Drs. Rusmin Mokoagow dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusril Damopolii, Sp.D, bersama jajaran. (*)