Beranda Daerah Kotamobagu Kreatif dan Produktif, Peserta Magang Latih Warga Binaan Olah Limbah Dapur Rutan...

Kreatif dan Produktif, Peserta Magang Latih Warga Binaan Olah Limbah Dapur Rutan jadi Cairan Ajaib Eco-Enzyme

58
Di hadapan Warga Binaan, peserta magang praktekan cara membuat Cairan Ajaib Eco-Enzyme, Senin 28 September 2026. (foto.Rutan Kotamobagu)
Di hadapan Warga Binaan, peserta magang praktekan cara membuat Cairan Ajaib Eco-Enzyme, Senin 28 September 2026. (foto.Rutan Kotamobagu)

KOTAMOBAGU, timurexpress.co – Limbah organik dari dapur yang selama ini identik dengan sisa buangan, kini mulai dilirik sebagai sesuatu yang bernilai guna.

Di Rutan Kelas IIB Kotamobagu, limbah tersebut diolah menjadi eco-enzyme melalui inovasi SIRKULA (Sistem Inovasi Rutan dalam Pengelolaan Limbah Organik Menjadi Eco-Enzyme).

Inovasi ini diperkenalkan peserta magang melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang berlangsung di Aula Utama Rutan Kotamobagu, Senin 28 September 2026.

Program SIRKULA lahir dari dua persoalan, sekaligus menjadi peluang bermanfaat. Aktivitas dapur Rutan setiap hari menghasilkan limbah organik, sementara area brandgang di lingkungan Rutan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan.

Melalui inovasi tersebut, limbah organik tidak sekadar dibuang, tetapi diolah agar memiliki nilai manfaat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.

Dalam pelatihan, peserta yang terdiri dari Warga Binaan, mendapat pemahaman mengenai pentingnya memilah limbah organik, pengenalan eco-enzyme, manfaat, serta bahan yang digunakan hingga tahapan pembuatannya.

Materi kemudian dipraktikkan secara langsung, mulai dari pemilahan dan pencacahan limbah organik, pencampuran bahan, hingga penjelasan mengenai proses fermentasi dan pemanfaatannya.

SIRKULA menjadi salah satu bentuk kontribusi peserta magang selama menjalankan kegiatan di Rutan Kelas IIB Kotamobagu.

Inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah secara lebih produktif, sekaligus dapat mendukung pengembangan sektor pertanian di lingkungan Rutan Kotamobagu.

Mengusung konsep “Dari Dapur, Kembali ke Lahan”, SIRKULA diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Limbah organik yang berasal dari dapur dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung perawatan tanaman di area pertanian Rutan.

Dengan konsep sederhana namun memiliki nilai guna tersebut, SIRKULA menjadi salah satu inovasi yang layak dikembangkan untuk berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan di Rutan Kotamobagu.***

Baca Juga:  Haru Sertijab Karutan Kotamobagu, Aris ke Yuliyanta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini